Rabu, 17 Mei 2017

APA SIH ITU SPI ?



MAKALAH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL SUATU PERUSAHAAN
DISUSUN OLEH :
 NAMA             : Nislatul Mila
                                                     NI M               : EA.14.1.0740


FAKULTAS EKONOMI / JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG
2017



KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan Rahmat dan karunianya kepada setiap  Insan Hambanya, sehingga penulis mampu untuk membuat sebuah Makalah dengan judul ‘’Sistem Pengendalian Internal dalam suatu Perusahaan yang mengacu pada Sistem Informasi Akuntansi“ . judul ini penulis angkat karena melihat dari kacamata dunia kerja tentunya dalam sebuah perusahaan go publik suatu permasalahan yang selalu di alami oleh suatu perusahaan yakni sistem pengendalian internal adalah sebuah managemen yang harus kendalikan, di lakukan dan di laksanakan dalam suatu perusahaan guna keamanan suatu perusahaan tersebut, entah keamanan secara finansial /keuangan perusahaan ataupun pengendalian untuk karyawan dari suatu perusahaan itu sendiri. tak lupa pula Solawat yang selalu kita Agungkan kepada junjungan kita Nabi Muhamad SAW sebagai panutan kita di akhir Zaman, selalu tercurah berkah,  tercurah karunia dan selalu tercurah segala kebaikan dari-NYA dan atas  Ridho-NYA hingga saya sebagai penulis Makalah Sistem  Pengendalian Internal dalam suatu perusahaan yang mengacu pada Sistem Informasi Akuntansi ini bisa penulis rampungkan meski penulis tahu Makalah ini teramat sangat jauh dari Kata sempurna.
Namun alangkah bahagianya penulis karena telah bisa dan mampu merampungkan Makalah Sistem Pengendalian Internal dalam suatu perusahaan ini dengan tepat pada waktunya, dan penulis berharap isi dari Makalah ini bisa menjadi acuan bagi pembaca agar nantinya bisa di ambil informasinya, bisa di ambil saringan ilmunya, dan bisa bermanfaat lain dalam hal apapun tentunya dalam hal pendidikan maupun non pendidikan. Terlepas dari itu semua penulis masih membutuhkan kritik dan saran , beberapa masukan, beberapa tanggapan, bahkan beberapa sanggahan untuk Makalah Sistem Pengendalian Internal dalam suatu perusahaan ini, entah dalam penataan kata, frasa, bahasa ataupun keindahan kalimatnya. penulis akan sangat berterimakasih apabilan pembaca enggan memberikan kritik dan saran guna kesempurnaan Makalah ini ,Meski kita tahu kesempurnaan hanya milik ilahi semata.
Akhir kata dari penulis semoga Makalah ini bermanfat dan bisa memberikan nilai positif bagi semua pihak
Ungaran,16 Mei 2017
                                                                                    Penulis
           
                                                                                                                                                                                                                                                Nislatul Mila

 

 




DAFTAR ISI










BAB 1

PENDAHULUAN


1.LATAR BELAKANG

Dunia usaha  di Indonesia saat ini sudah maju, bisa dilihat dari semakin banyaknya berdiri usaha-usaha baru yang didirikan oleh masyarakat. Salah satu aspek penting pada suatu perusahaan adalah Sistem Pengendalian Internal. Karena suatu perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya Sistem Pengendalian Internal yang baik. Sistem pengendalian Internal merupakan kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari penyalahgunaan. Sistem pengendalian Internal dapat digunakan lebih efektif untuk mencegah penggelapan atau penyimpangan pada suatu perusahaan.peengendalian internal sangat di butuhkan mengingat faktor-faktor yang meliputi luas dan entitas perusahaan yang sangat kompleks. Hal ini mengakibatkan Manajemen harus percaya pada laporan-laporan serta analisis untuk operasi pengendalian internal yang efektif. Maka dari itu sangat di perlukan sekali Sistem pengendalian internal dalam suatu perusahaan aatu dunia usaha lainaya.

11 .RUMUSAN MASALAH

Dalam perumusan masalah ini penulis akan merumuskan :
1)      Apa yang di mangsut dengan Sitem Pengendalian Internal
2)      Apa fungsi dan tujuan pengendalian Internal ?
3)       

111.TUJUAN  PENULISAN

1)      Mengetahui efektifitas penerapan Sistem Pengendalian manajemen yang di terapkan di dalam perusahaan
2)      Mengetahui peranan Controller dalam menunjang efektifitas sistem pengendalian manajemen pada perusahaan

 

BAB 11

PEMBAHASAN


2.1 Pemahaman Sistem Pengendalian Internal


Sistem Pengendalian Internal adalah Suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan adanya pengendalian internal :
1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian internal dapat dibagi menjadi dua yaitu
1. Pengendalian Internal Akuntansi (Preventive Controls
2. Pengendalian Internal Administratif (Feedback Controls).
Penjelasan atas pengendalian internal di atas, yaitu:
1. Pengendalian Internal Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
2. Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.

Unsur-Unsur Pengendalian Internal
1.Lingkungan Pengendalian
2.Sistem Akuntansi
3.Prosedur Pengendalian

2.2 Lingkungan Pengendalian


Lingkungan Pengendalian dari suatu organisasi menekankan pada berbagai macam faktor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian.
1. Filosofi dan Gaya Operasional Manajemen
Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya. (menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak dikerjakan). Gaya Operasional mencerminkan ide manajer tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan. (Filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi manajemen)
Struktur Organisasi
Salah satu elemen kunci dalam lingkungan pengendalian adalah struktur organisasi. Struktur Organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam suatu perusahaan. (Desentralisasi maupun sentralisasi)
1.      Dewan Komisaris Dan Audit Komite
Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang saham dengan pihak manajemen perusahaan. Pemegang saham mempercayakan pengendalian atas manajemen melalui dewan komisaris. (jadi semuanya tergantung dari dewan komisaris)
2. Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian operasional perusahaan.

2.3  Metode  Pendelegasian Wewenang dan Tanggung jawab


Metode pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mempunyai pengaruh yang penting dalam lingkungan pengendalian. Biasanya metode ini tercermin dalam suatu bagan organisasi.
1. Metode Pengendalian Manajemen
Lingkungan pengendalian juga dipengaruhi oleh metode pengendalian manajemen. Metode ini meliputi pengawasan yang efektif (melalui peranggaran), laporan pertanggung jawaban dan audit internal.
2. Kebijakan dan praktik kepegawaian
Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan, evaluasi, penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam meminimumkan resiko.
3. Pengaruh Ekstern
Organisasi harus mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun pihak yang mempunyai juridiksi atas organisasi. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pengendalian intern perusahaan.

2.4  Sistem Aakuntansi


Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan saja, tetapi juga menghasilkan pengendalian manajemen.

2.5 Prosedur Pengendalian


Prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan aturan mengenai kelakuan karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan pengendalian manajemen dapat tercapai.
Secara umum prosedur pengendalian yang baik terdiri dari :
1. Penggunaan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan atau transaksi.
2. Pembagian tugas.
3. Pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai.
4. Keamanan yang memadai terhadap aset dan catatan.
5. Pengecekan independen terhadap kinerja.
Penjelasan tentang porosedur pengendalian di atas, yaitu:
1. Penggunaan Wewenang Secara Tepat
Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. Dengan adanya pembagian wewenang ini akan mempermudah jika akan dilakukan audit trail, karena otorisasi membatasi aktivitas transaksi hanya pada orang-orang yang terpilih. Otorisasi mencegah terjadinya penyelewengan transaksi kepada orang lain.

2. Pembagian Tugas
Pembagian tugas memisahkan fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi (pencatatan). Dan suatu fungsi tidak boleh melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Dengan pemisahakn fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi pencatatan, catatan akuntansi yang disiapkan dapat mencerminkan transaksi yang sesungguhnya terjadi pada fungsi operasi dan fungsi penyimpanan. Jika semua fungsi disatukan, akan membuka kemungkinan terjadinya pencatatan transaksi yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat dipercaya kebenarannya, dan sebagai akibatnya kekayaan organisasi tidak terjamin keamanannya.
3. Dokumen dan Catatan yang Memadai.
Prosedur harus mencakup perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai. Selanjutnya dokumen dan catatan yang memadai akan menghasilkan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, pendapatan dan biaya suatu organisasi.(biasanya dilakukan berdampingan dengan penggunaan wewenang secara tepat)
4. Keamanan yang memadai Terhadap aset dan catatan.
Keamanan yang memadai meliputi pembatasan akses ke tempat penyimpanan aset dan catatan perusahaan untuk menghindari terjadinya pencurian aset dan data/informasi perusahaan.
5. Pengecekan independen terhadap kinerja
Semua catatan mengenai aktiva yang ada harus dibandingkan (dicek) secara periodik dengan aktiva yang ada secara fisik. Pengecekkan inni harus dilakukan oleh suatu unit organisasi yang independen (selain unit fungsi penyimpanan, unit fungsi operasi dan unit fungsi pencatatan) untuk menjaga objektivitas pemeriksaan.

2.6  Tujuan Sistem Pengendalian Internal


Pengendalian dalam suatu perusahaan merupakan sistem yang dapat membantu pemimpin perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, sehingga dapat diarahkan pada tingkat yang paling efisiensi dan efektif guna mencegah kecurangan, penyelewengan dan pemborosan . Penegndalian ini berfungsi apabila di dalamnya tercakup tujuan yang merupakan arah dalam pelaksanaan kegiatan.

2.7  Sistem Infomasi Akuntansi


Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Krismiaji, Sistem nformasi akuntansi adalah ”sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis”.
Menurut Willkinson,dkk, yaitu:
bahwa sistem informasi akuntansi adalah kesatuan struktur-struktur dalam suatu entitas, seperti perusahaan bisnis yang mempekerjakan sumber-sumber daya fisik dan komponen-komponen lain untuk mentransformasi data ekonomi menjadi informasi akuntansi, dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan para pemakai informasi yang bervariasi.

Unsur – unsur sistem Informasi akuntansi
Menurut Marshal B. Romney adn Paul John Steinbart, sistem informasi akuntansi terbagi menjadi 5, yaitu:
1. The people who operated the system and perform various functions
2. The procedures, both manual and automated, involved, in collecting, processing and storing data about organizations activities.
3. The data about the organizations business processing.
4. The sofware used to process the organizations data
5. The information technology, including computers, peripheral device, and network communication device.
Penjelasan dari unsur-unsur sistem informasi di atas, yaitu:
1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem dan melaksanakan bervagai fungsi.
2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi
4. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
5. Infrastuktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan.


2.8 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi


Dalam memenuhi kebutuhan informasi, baik untuk kebutuhan internal dan eksternal, sistem informasi akuntansi harus di disain sedemikian rupa sehingga memenuhi fungsinya. Demikian pula suatu sistem informasi akuntansi dalam memenuhi fungsinya harus mempunyai tujuan-tujuan yang dapat memeberikan pedoman kepada manajemen dalam melakukan tugasnya sehingga dapat menghasilakn inmformasi-informasi yang berguna, terutama dalam menunjang perencanaan dan pengendalian.
Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Yaitu untuk melakukan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan dapat dipercaya, aktivitas bisnis yang dilaksanakan secara efesien dan sesuai dengan tujuan manajemen, serta sejalan dengan peraturan yang telah digariskan, me;lindungi dan menjaga aktiva organisasi termasuk data yang diberikan perusahaan.

2.9  Hubungan Sistem  Informasi Akuntansi


Sistem informasi akuntansi ini dirancang sedemikian rupa oleh suatu perusahaan sehingga dapat memenuhi fungsinya yaitu menghasilkan informasi akuntansi yang tepat waktu, relevan dan dapat dipercaya. Dalam suatu sistem informasi akuntansi terkandung unsur-unsur pengendalian, maka baik buruknya sistem informasi akuntansi sangat mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan pengendalian internal, karena informasi yang dihasilkannya akan dijadikan salah satu dasar dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Mengingat begitu pentingnya penerapan sistem informasi akuntansi dalam suatu perusahaan, maka tidak dapat dibayangkan bagaimana jadinya kalau suatu perusahaan tidak memiliki sistem informasi akuntansi yang memadai. 

Perusahaan tersebut mungkin tidak dapat memproses transaksinya secara jelas, terinci dan terstruktur. Kemudian perusahaan tersebut mungkin tidak akan memperoleh informasi yang relevan dan dapat dipercaya yang diperlukannya untuk dijadikan dasar dalam mengambil keputusan yang menyangkut aktivitas dan kelangsungan hidup perusahaan.
Selanjutnya karena sistem informasi akuntansi didalamnya mengandung unsur-unsur pengendalian, maka perusahaan mungkin tidak dapat menjalankan pengendalian-pengendalian yang diterapkannya dengan baik. Karena pengendalian tidak dijalankan dengan baik, tidak menutup kemungkinan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan kecurangan-kecurangan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja. Jika penyimpangan dan kecurangan sudah terjadi otomatis aktiva yang dimiliki perusahaan terancam keselamatannya dan aktivitas yang dilakukan menjadi tidak efektif dan efisien

















BAB  111

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN


Dari urain yang dapat penulis sampaikan di atas, penulis kembali tarik kesimpulan bahwa suatu perusahaan tentunya tidak akan bisa berjalan apabila tidak adanya Sistem Pengendalian Internal atau SPI.
karena apa ?
Karena pada dasarnya SPI ini sangatlah membantu untuk masa depan suatu perusahaan, akan di bawa kemana suatu perusahaan tersebut. karena di dalam SPI ini perusahaan akan bisa meminimalisir resiko yang akan terjadi, bisa memberikan pandangan jauh ke depan untuk melangkah ke arah yang baik bagi suatu perusahaan.
Segala sesitem keuangan, managemen report dan aktifitas karyawan bisa terkontrol semua dengan adanya SPI ini, dan tentunya dengan di jalankan SPI ini perusahaan bisa terkendali, terkontrol dan tidak liar.
Dan lebih lagi dengan di bantunya SPI dengan Sistem Informasi Akuntansi dalam suatu perusahaan pastinya akan lebih memudahkan suatu proses kerja perusahaan,entah dalam pelaporan keuangan,transakasi setiapa harinya,keluar masuknya kas perusahaan,dan lain sebagainya
Semuanya sudah bisa termanage di sebuah sistem informasi akuntansi.
Begitulah pentingnya SPI dalam sutu perusahaan dan pentingnya SIA atau sistem Informasi Akuntansi dalam perusahaan
Semua proses input maupun output perusahaan bisa terpantau dan bisa termanage dengan baik dan rapi jika SPI ini di jalankan dengan baik pula dalam suatu perusahaan

3.2 SARAN

Penulis harap makalah ini mampu meberikan titik ilmu bagi pembaca dan penulis berharap pula suatu perusahaan manapun entah itu perusahaan sedang maupun perusahaan yang sudah go publik bisa menerapkan Sistem Pengendalian Internal atau SIA dengan baik dan semestinya, karena begitu besar manfaat SPI itu sendiri bagi perkembangan suatu perusahaan.
Sekian Makalah yang dapat penulis sampaikan,
Tidak ada gading yang tak rentak,tidak ada pula istilah sempurna untuk manusia, karena kesempurnaan hanya milik ilahi semata, jadi mohon  maaf untuk ketidaksempurnaan dari makalah ini, namun penulis akan tetap semangat untuk memperbaiki jika  pembanca enggan memberikan kritik dan saranya untuk penulis
Sekian dan terimaksih


















 

LAMPIRAN















                                                                                                Ungaran,16 Mei 2017
                                                                                    Penulis
           
                                                                                                                                                                                                                                                Nislatul Mila