MAKALAH
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL SUATU PERUSAHAAN

DISUSUN OLEH :
NAMA :
Nislatul Mila
NI M : EA.14.1.0740
FAKULTAS
EKONOMI / JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS
PANDANARAN SEMARANG
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan Rahmat dan karunianya kepada
setiap Insan Hambanya, sehingga penulis
mampu untuk membuat sebuah Makalah dengan judul ‘’Sistem Pengendalian Internal dalam suatu Perusahaan yang mengacu pada
Sistem Informasi Akuntansi“ . judul ini penulis angkat karena melihat dari
kacamata dunia kerja tentunya dalam sebuah perusahaan go publik suatu
permasalahan yang selalu di alami oleh suatu perusahaan yakni sistem
pengendalian internal adalah sebuah managemen yang harus kendalikan, di lakukan
dan di laksanakan dalam suatu perusahaan guna keamanan suatu perusahaan
tersebut, entah keamanan secara finansial /keuangan perusahaan ataupun
pengendalian untuk karyawan dari suatu perusahaan itu sendiri. tak lupa pula
Solawat yang selalu kita Agungkan kepada junjungan kita Nabi Muhamad SAW
sebagai panutan kita di akhir Zaman, selalu tercurah berkah, tercurah karunia dan selalu tercurah segala
kebaikan dari-NYA dan atas Ridho-NYA
hingga saya sebagai penulis Makalah Sistem
Pengendalian Internal dalam suatu perusahaan yang mengacu pada Sistem
Informasi Akuntansi ini bisa penulis rampungkan meski penulis tahu Makalah ini
teramat sangat jauh dari Kata sempurna.
Namun alangkah bahagianya
penulis karena telah bisa dan mampu merampungkan Makalah Sistem Pengendalian
Internal dalam suatu perusahaan ini dengan tepat pada waktunya, dan penulis
berharap isi dari Makalah ini bisa menjadi acuan bagi pembaca agar nantinya
bisa di ambil informasinya, bisa di ambil saringan ilmunya, dan bisa bermanfaat
lain dalam hal apapun tentunya dalam hal pendidikan maupun non pendidikan.
Terlepas dari itu semua penulis masih membutuhkan kritik dan saran , beberapa
masukan, beberapa tanggapan, bahkan beberapa sanggahan untuk Makalah Sistem
Pengendalian Internal dalam suatu perusahaan ini, entah dalam penataan kata,
frasa, bahasa ataupun keindahan kalimatnya. penulis akan sangat berterimakasih
apabilan pembaca enggan memberikan kritik dan saran guna kesempurnaan Makalah
ini ,Meski kita tahu kesempurnaan hanya milik ilahi semata.
Akhir kata dari penulis
semoga Makalah ini bermanfat dan bisa memberikan nilai positif bagi semua pihak
Ungaran,16
Mei 2017
Penulis
Nislatul
Mila
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
Dunia usaha di Indonesia saat ini sudah maju, bisa
dilihat dari semakin banyaknya berdiri usaha-usaha baru yang didirikan oleh
masyarakat. Salah satu aspek penting pada suatu perusahaan adalah Sistem
Pengendalian Internal. Karena suatu perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik
tanpa adanya Sistem Pengendalian Internal yang baik. Sistem pengendalian Internal
merupakan kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari penyalahgunaan.
Sistem pengendalian Internal dapat digunakan lebih efektif untuk mencegah
penggelapan atau penyimpangan pada suatu perusahaan.peengendalian internal
sangat di butuhkan mengingat faktor-faktor yang meliputi luas dan entitas
perusahaan yang sangat kompleks. Hal ini mengakibatkan Manajemen harus percaya
pada laporan-laporan serta analisis untuk operasi pengendalian internal yang
efektif. Maka dari itu sangat di perlukan sekali Sistem pengendalian internal
dalam suatu perusahaan aatu dunia usaha lainaya.
11 .RUMUSAN MASALAH
Dalam perumusan
masalah ini penulis akan merumuskan :
1)
Apa yang di
mangsut dengan Sitem Pengendalian Internal
2)
Apa fungsi dan
tujuan pengendalian Internal ?
3)
111.TUJUAN PENULISAN
1)
Mengetahui
efektifitas penerapan Sistem Pengendalian manajemen yang di terapkan di dalam
perusahaan
2)
Mengetahui
peranan Controller dalam menunjang efektifitas sistem pengendalian manajemen
pada perusahaan
BAB 11
PEMBAHASAN
2.1 Pemahaman Sistem Pengendalian Internal
Sistem
Pengendalian Internal adalah Suatu perencanaan yang meliputi struktur
organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan
di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik
perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong
efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah
ditetapkan.
Dari
definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan adanya pengendalian internal :
1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Dilihat dari
tujuan tersebut maka sistem pengendalian internal dapat dibagi menjadi dua
yaitu
1. Pengendalian Internal Akuntansi (Preventive Controls
2. Pengendalian Internal Administratif (Feedback Controls).
1. Pengendalian Internal Akuntansi (Preventive Controls
2. Pengendalian Internal Administratif (Feedback Controls).
Penjelasan
atas pengendalian internal di atas, yaitu:
1. Pengendalian Internal Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
2. Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.
1. Pengendalian Internal Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
2. Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.
Unsur-Unsur
Pengendalian Internal
1.Lingkungan
Pengendalian
2.Sistem Akuntansi
3.Prosedur Pengendalian
2.Sistem Akuntansi
3.Prosedur Pengendalian
2.2 Lingkungan Pengendalian
Lingkungan
Pengendalian dari suatu organisasi menekankan pada berbagai macam faktor yang
secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian.
1. Filosofi
dan Gaya Operasional Manajemen
Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya. (menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak dikerjakan). Gaya Operasional mencerminkan ide manajer tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan. (Filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi manajemen)
Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya. (menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak dikerjakan). Gaya Operasional mencerminkan ide manajer tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan. (Filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi manajemen)
Struktur
Organisasi
Salah satu
elemen kunci dalam lingkungan pengendalian adalah struktur organisasi. Struktur
Organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam suatu
perusahaan. (Desentralisasi maupun sentralisasi)
1.
Dewan Komisaris Dan Audit Komite
Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang saham dengan pihak manajemen perusahaan. Pemegang saham mempercayakan pengendalian atas manajemen melalui dewan komisaris. (jadi semuanya tergantung dari dewan komisaris)
2. Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian operasional perusahaan.
Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang saham dengan pihak manajemen perusahaan. Pemegang saham mempercayakan pengendalian atas manajemen melalui dewan komisaris. (jadi semuanya tergantung dari dewan komisaris)
2. Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian operasional perusahaan.
2.3 Metode Pendelegasian Wewenang dan Tanggung jawab
Metode
pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mempunyai pengaruh yang penting dalam
lingkungan pengendalian. Biasanya metode ini tercermin dalam suatu bagan
organisasi.
1. Metode Pengendalian Manajemen
Lingkungan pengendalian juga dipengaruhi oleh metode pengendalian manajemen. Metode ini meliputi pengawasan yang efektif (melalui peranggaran), laporan pertanggung jawaban dan audit internal.
2. Kebijakan dan praktik kepegawaian
Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan, evaluasi, penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam meminimumkan resiko.
3. Pengaruh Ekstern
1. Metode Pengendalian Manajemen
Lingkungan pengendalian juga dipengaruhi oleh metode pengendalian manajemen. Metode ini meliputi pengawasan yang efektif (melalui peranggaran), laporan pertanggung jawaban dan audit internal.
2. Kebijakan dan praktik kepegawaian
Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan, evaluasi, penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam meminimumkan resiko.
3. Pengaruh Ekstern
Organisasi
harus mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun pihak yang
mempunyai juridiksi atas organisasi. Hal tersebut sangat berpengaruh pada
pengendalian intern perusahaan.
2.4 Sistem Aakuntansi
Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan saja, tetapi juga menghasilkan pengendalian manajemen.
2.5 Prosedur Pengendalian
Prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan aturan mengenai kelakuan karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan pengendalian manajemen dapat tercapai.
Secara umum
prosedur pengendalian yang baik terdiri dari :
1. Penggunaan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan atau transaksi.
2. Pembagian tugas.
3. Pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai.
4. Keamanan yang memadai terhadap aset dan catatan.
5. Pengecekan independen terhadap kinerja.
1. Penggunaan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan atau transaksi.
2. Pembagian tugas.
3. Pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai.
4. Keamanan yang memadai terhadap aset dan catatan.
5. Pengecekan independen terhadap kinerja.
Penjelasan
tentang porosedur pengendalian di atas, yaitu:
1. Penggunaan Wewenang Secara Tepat
Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. Dengan adanya pembagian wewenang ini akan mempermudah jika akan dilakukan audit trail, karena otorisasi membatasi aktivitas transaksi hanya pada orang-orang yang terpilih. Otorisasi mencegah terjadinya penyelewengan transaksi kepada orang lain.
1. Penggunaan Wewenang Secara Tepat
Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. Dengan adanya pembagian wewenang ini akan mempermudah jika akan dilakukan audit trail, karena otorisasi membatasi aktivitas transaksi hanya pada orang-orang yang terpilih. Otorisasi mencegah terjadinya penyelewengan transaksi kepada orang lain.
2. Pembagian
Tugas
Pembagian tugas memisahkan fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi (pencatatan). Dan suatu fungsi tidak boleh melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Dengan pemisahakn fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi pencatatan, catatan akuntansi yang disiapkan dapat mencerminkan transaksi yang sesungguhnya terjadi pada fungsi operasi dan fungsi penyimpanan. Jika semua fungsi disatukan, akan membuka kemungkinan terjadinya pencatatan transaksi yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat dipercaya kebenarannya, dan sebagai akibatnya kekayaan organisasi tidak terjamin keamanannya.
Pembagian tugas memisahkan fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi (pencatatan). Dan suatu fungsi tidak boleh melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Dengan pemisahakn fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi pencatatan, catatan akuntansi yang disiapkan dapat mencerminkan transaksi yang sesungguhnya terjadi pada fungsi operasi dan fungsi penyimpanan. Jika semua fungsi disatukan, akan membuka kemungkinan terjadinya pencatatan transaksi yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat dipercaya kebenarannya, dan sebagai akibatnya kekayaan organisasi tidak terjamin keamanannya.
3. Dokumen
dan Catatan yang Memadai.
Prosedur harus mencakup perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai. Selanjutnya dokumen dan catatan yang memadai akan menghasilkan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, pendapatan dan biaya suatu organisasi.(biasanya dilakukan berdampingan dengan penggunaan wewenang secara tepat)
Prosedur harus mencakup perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai. Selanjutnya dokumen dan catatan yang memadai akan menghasilkan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, pendapatan dan biaya suatu organisasi.(biasanya dilakukan berdampingan dengan penggunaan wewenang secara tepat)
4. Keamanan
yang memadai Terhadap aset dan catatan.
Keamanan yang memadai meliputi pembatasan akses ke tempat penyimpanan aset dan catatan perusahaan untuk menghindari terjadinya pencurian aset dan data/informasi perusahaan.
Keamanan yang memadai meliputi pembatasan akses ke tempat penyimpanan aset dan catatan perusahaan untuk menghindari terjadinya pencurian aset dan data/informasi perusahaan.
5.
Pengecekan independen terhadap kinerja
Semua catatan mengenai aktiva yang ada harus dibandingkan (dicek) secara periodik dengan aktiva yang ada secara fisik. Pengecekkan inni harus dilakukan oleh suatu unit organisasi yang independen (selain unit fungsi penyimpanan, unit fungsi operasi dan unit fungsi pencatatan) untuk menjaga objektivitas pemeriksaan.
Semua catatan mengenai aktiva yang ada harus dibandingkan (dicek) secara periodik dengan aktiva yang ada secara fisik. Pengecekkan inni harus dilakukan oleh suatu unit organisasi yang independen (selain unit fungsi penyimpanan, unit fungsi operasi dan unit fungsi pencatatan) untuk menjaga objektivitas pemeriksaan.
2.6 Tujuan Sistem Pengendalian Internal
Pengendalian
dalam suatu perusahaan merupakan sistem yang dapat membantu pemimpin perusahaan
dalam melaksanakan kegiatannya, sehingga dapat diarahkan pada tingkat yang
paling efisiensi dan efektif guna mencegah kecurangan, penyelewengan dan
pemborosan . Penegndalian ini berfungsi apabila di dalamnya tercakup tujuan
yang merupakan arah dalam pelaksanaan kegiatan.
2.7 Sistem Infomasi Akuntansi
Pengertian
Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Krismiaji, Sistem nformasi akuntansi adalah ”sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis”.
Menurut Krismiaji, Sistem nformasi akuntansi adalah ”sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis”.
Menurut
Willkinson,dkk, yaitu:
bahwa sistem
informasi akuntansi adalah kesatuan struktur-struktur dalam suatu entitas,
seperti perusahaan bisnis yang mempekerjakan sumber-sumber daya fisik dan
komponen-komponen lain untuk mentransformasi data ekonomi menjadi informasi
akuntansi, dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan para pemakai informasi yang
bervariasi.
Unsur –
unsur sistem Informasi akuntansi
Menurut Marshal B. Romney adn Paul John Steinbart, sistem informasi akuntansi terbagi menjadi 5, yaitu:
1. The people who operated the system and perform various functions
2. The procedures, both manual and automated, involved, in collecting, processing and storing data about organizations activities.
3. The data about the organizations business processing.
4. The sofware used to process the organizations data
5. The information technology, including computers, peripheral device, and network communication device.
Menurut Marshal B. Romney adn Paul John Steinbart, sistem informasi akuntansi terbagi menjadi 5, yaitu:
1. The people who operated the system and perform various functions
2. The procedures, both manual and automated, involved, in collecting, processing and storing data about organizations activities.
3. The data about the organizations business processing.
4. The sofware used to process the organizations data
5. The information technology, including computers, peripheral device, and network communication device.
Penjelasan
dari unsur-unsur sistem informasi di atas, yaitu:
1.
Orang-orang yang mengoperasikan sistem dan melaksanakan bervagai fungsi.
2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi
4. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
5. Infrastuktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan.
2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi
4. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
5. Infrastuktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan.
2.8 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Dalam
memenuhi kebutuhan informasi, baik untuk kebutuhan internal dan eksternal,
sistem informasi akuntansi harus di disain sedemikian rupa sehingga memenuhi
fungsinya. Demikian pula suatu sistem informasi akuntansi dalam memenuhi
fungsinya harus mempunyai tujuan-tujuan yang dapat memeberikan pedoman kepada
manajemen dalam melakukan tugasnya sehingga dapat menghasilakn
inmformasi-informasi yang berguna, terutama dalam menunjang perencanaan dan
pengendalian.
Fungsi
Sistem Informasi Akuntansi
Yaitu untuk
melakukan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa informasi yang
dihasilkan dapat dipercaya, aktivitas bisnis yang dilaksanakan secara efesien
dan sesuai dengan tujuan manajemen, serta sejalan dengan peraturan yang telah
digariskan, me;lindungi dan menjaga aktiva organisasi termasuk data yang
diberikan perusahaan.
2.9 Hubungan Sistem Informasi Akuntansi
Sistem
informasi akuntansi ini dirancang sedemikian rupa oleh suatu perusahaan
sehingga dapat memenuhi fungsinya yaitu menghasilkan informasi akuntansi yang
tepat waktu, relevan dan dapat dipercaya. Dalam suatu sistem informasi
akuntansi terkandung unsur-unsur pengendalian, maka baik buruknya sistem
informasi akuntansi sangat mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan
pengendalian internal, karena informasi yang dihasilkannya akan dijadikan salah
satu dasar dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas
perusahaan. Mengingat begitu pentingnya penerapan sistem informasi akuntansi
dalam suatu perusahaan, maka tidak dapat dibayangkan bagaimana jadinya kalau
suatu perusahaan tidak memiliki sistem informasi akuntansi yang memadai.
Perusahaan
tersebut mungkin tidak dapat memproses transaksinya secara jelas, terinci dan
terstruktur. Kemudian perusahaan tersebut mungkin tidak akan memperoleh
informasi yang relevan dan dapat dipercaya yang diperlukannya untuk dijadikan
dasar dalam mengambil keputusan yang menyangkut aktivitas dan kelangsungan
hidup perusahaan.
Selanjutnya karena sistem informasi akuntansi didalamnya mengandung unsur-unsur pengendalian, maka perusahaan mungkin tidak dapat menjalankan pengendalian-pengendalian yang diterapkannya dengan baik. Karena pengendalian tidak dijalankan dengan baik, tidak menutup kemungkinan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan kecurangan-kecurangan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja. Jika penyimpangan dan kecurangan sudah terjadi otomatis aktiva yang dimiliki perusahaan terancam keselamatannya dan aktivitas yang dilakukan menjadi tidak efektif dan efisien
Selanjutnya karena sistem informasi akuntansi didalamnya mengandung unsur-unsur pengendalian, maka perusahaan mungkin tidak dapat menjalankan pengendalian-pengendalian yang diterapkannya dengan baik. Karena pengendalian tidak dijalankan dengan baik, tidak menutup kemungkinan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan kecurangan-kecurangan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja. Jika penyimpangan dan kecurangan sudah terjadi otomatis aktiva yang dimiliki perusahaan terancam keselamatannya dan aktivitas yang dilakukan menjadi tidak efektif dan efisien
BAB 111
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari
urain yang dapat penulis sampaikan di atas, penulis kembali tarik kesimpulan
bahwa suatu perusahaan tentunya tidak akan bisa berjalan apabila tidak adanya
Sistem Pengendalian Internal atau SPI.
karena
apa ?
Karena
pada dasarnya SPI ini sangatlah membantu untuk masa depan suatu perusahaan,
akan di bawa kemana suatu perusahaan tersebut. karena di dalam SPI ini
perusahaan akan bisa meminimalisir resiko yang akan terjadi, bisa memberikan
pandangan jauh ke depan untuk melangkah ke arah yang baik bagi suatu
perusahaan.
Segala
sesitem keuangan, managemen report dan aktifitas karyawan bisa terkontrol semua
dengan adanya SPI ini, dan tentunya dengan di jalankan SPI ini perusahaan bisa
terkendali, terkontrol dan tidak liar.
Dan
lebih lagi dengan di bantunya SPI dengan Sistem Informasi Akuntansi dalam suatu
perusahaan pastinya akan lebih memudahkan suatu proses kerja perusahaan,entah
dalam pelaporan keuangan,transakasi setiapa harinya,keluar masuknya kas
perusahaan,dan lain sebagainya
Semuanya
sudah bisa termanage di sebuah sistem informasi akuntansi.
Begitulah
pentingnya SPI dalam sutu perusahaan dan pentingnya SIA atau sistem Informasi
Akuntansi dalam perusahaan
Semua
proses input maupun output perusahaan bisa terpantau dan bisa termanage dengan
baik dan rapi jika SPI ini di jalankan dengan baik pula dalam suatu perusahaan
3.2 SARAN
Penulis
harap makalah ini mampu meberikan titik ilmu bagi pembaca dan penulis berharap
pula suatu perusahaan manapun entah itu perusahaan sedang maupun perusahaan
yang sudah go publik bisa menerapkan Sistem Pengendalian Internal atau SIA
dengan baik dan semestinya, karena begitu besar manfaat SPI itu sendiri bagi
perkembangan suatu perusahaan.
Sekian
Makalah yang dapat penulis sampaikan,
Tidak
ada gading yang tak rentak,tidak ada pula istilah sempurna untuk manusia,
karena kesempurnaan hanya milik ilahi semata, jadi mohon maaf untuk ketidaksempurnaan dari makalah
ini, namun penulis akan tetap semangat untuk memperbaiki jika pembanca enggan memberikan kritik dan saranya
untuk penulis
Sekian
dan terimaksih
LAMPIRAN
Ungaran,16
Mei 2017
Penulis
Nislatul
Mila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar